Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Belajar Dalam Persepsi

Sabtu, 13 Februari 2021 | 12:14 WIB Last Updated 2021-03-29T02:58:49Z
Ilustrasi belajar

InfoPemuda - Hallo! Perkenalkan nama saya Yosua, biasa dipanggil Yos. Teman akrab saya biasa memanggil saya dengan nama MAS,..entah apa yang terlintas di benak mereka sehingga mereka memanggil saya MAS,…mungkin karena saya adalah orang Jawa..hahaha! oh ya!..Saya adalah seorang mahasiswa di salah satu perguruan tinggi swasta di Makassar. Sekian perkenalan dari saya teman-teman sebelum lanjut ke topik pembicaraan kita saat ini.


Terkadang saya merenung dan berfikir tentang apa sebenarnya hakekat sesungguhnya dari kata “BELAJAR” itu. Pendapat umum mengemukakan bahwa belajar adalah suatu proses mencari tahu tentang sesuatu yang belum kita ketahui sebelumnya dengan cara yang bermacam-macam seperti kegiatan membaca buku, mendengarkan pendapat seorang ahli di bidang tertentu atau melakukan lansung eksperimen untuk mendapatkan kesan empiris dari sesuatu yang ingin kita ketahui.


Ada banyak cara belajar dengan beragam metode baik yang bersifat formal maupun informal. Akan tetapi, apapun yang ingin kita ketahui dan yang ingin kita lakukan melalui proses belajar itu sendiri, tentu yang pertama kita prioritaskan dalam pikiran kita adalah tujuan dari apa yang kita pelajari. Hal ini berkaitan dengan pandangan bahwa seberapa berguna apa yang saya pelajari nantinya bagi hidup saya dan orang lain bahkan dunia tempat kita berpijak ini.


Menurut pandangan saya secara pribadi , “BELAJAR” adalah suatu proses yang terjadi secara berkelanjutan mengenai cara kita meningkatkan pemahaman kita tentang segala sesuatu menuju pemahaman yang sempurna atau ideal tentang segala sesuatu melalui proses pengindraan langsung oleh dimensi fisik kita maupun melalui proses berfikir secara rasional dalam dimensi immaterial (di luar dimensi fisik).


Berangkat dari asumsi itu, maka saya memandang bahwa “BELAJAR” bagi saya adalah suatu kegiatan atau perenungan panjang secara terus menerus mengenai pemahaman tentang segala sesuatu dari perspektif kesempurnaan. Oleh karena itu, bagi saya dalam proses belajar tidak ada istilah final atau selesai. Bagi saya belajar itu akan terus kita lakukan sepanjang kita masih memiliki keinginan untuk berkembang baik secara fisik, perasaan, maupun spiritual.


Jika saya proyeksikan perihal “BELAJAR” kedalam kehidupan nyata kita sehari-hari, terkadang kita tidak menyadari bahwa pandangan kita mengenai proses belajar berasal dari paradigma yang keliru.Hal ini terjadi karena kita tidak mengetahui secara pasti hakekat belajar yang sesungguhnya. Kita hanya belajar karena didorong oleh rasa takut kita memperoleh nilai yang jelek di sekolah ataupun di kampus.


Kita hanya belajar apabila kita takut orangtua kita akan memarahi kita apabila kita tidak belajar. Kita hanya belajar karena iming-iming kesuksesan di masa depan. Padahal kita tidak mengetahui bahwa kesuksesan itu beragam bentuknya bagi setiap individu. Kita tidak mengetahui bahwa Orang sukses itu tidak pernah berhenti belajar sampai akhir hidup mereka.


BELAJAR harus di dorong oleh keinginan dari dalam yang saya istilahkan dengan “inisiatif”. Tanpa inisiatif yang membara untuk belajar, kita tidak akan mampu belajar secara sempurna tentang segala sesuatu yang belum kita ketahui. Inisiatif mendorong kita lebih jauh di banding dengan orang-orang yang tidak tahu cara belajar.


Inisiatif untuk belajar membakar semangat rasa ingin tahu kita lebih dari apa yang bisa kita pikirkan pada umumnya. Inisiatif untuk belajar membuka cakrawala pemikiran kita menuju dimensi yang lebih tinggi dari orang-orang biasa yang tidak sukses. Inisiatif pulahlah yang membuka ilham lahirnya ilmu-ilmu baru yang sangat berguna bagi peradaban hidup manusia.


Saya bisa berani mengatakan bahwa hanya orang-orang yang mengambil tindakanlah atau orang-orang yang berinisiatif yang akan menguasai dunia. Merekalah adalah orang-orang yang memberi warna berbeda bagi dunia.


Jadi, mulai sekarang saya mengajak kepada teman-teman sekalian untuk menumbuhkan rasa inisiatif untuk belajar dalam diri teman-teman. Belajarlah tanpa disuruh, Bekerjalah tanpa diarahkan, Lakukanlah pekerjaan dengan senang hati dengan fokus pada tujuan akhir.


Inilah sedikit mengenai kiat-kiat tentang pemahaman dan pandangan saya tentang belajar. Semoga ini bisa memotivasi teman-teman untuk terus belajar dalam rangka Mencerdaskan kaum kita dan Membangun DUNIA KITA.


Yosua Suwator Palinoan

×
Berita Terbaru Update